Gunung Bromo Meletus. Kemarin mengeluarkan awan putih diiringi aktivitas kegempaan yang meningkat. Gunung yang menjadi salah satu tujuan wisata utama Jawa Timur itu kemarin meletus sekitar pukul 17.22 WIB. Tremor terkecil tiga milimeter dan terbesar hingga 12 milimeter. Namun,radius aman tetap tiga kilometer. Kami masih terus memantau aktivitas Bromo.
Sebelum Gunung Bromo Meletus, kondisi Gunung Bromo terpantau fluktuatif. Beberapa jam sebelum terjadi letusan, masih sering terjadi gempa vulkanik dangkal. Dari pengamatan pos pantau Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari,Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat (26/11) dari pukul 00.00 hingga 12.00 WIB telah terjadi 50 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplituda 6 milimeter hingga 36 milimeter.
Sedangkan gempa tremor masih tetap sekitar 1,5 hingga 5 milimeter dan status masih awas. Gempa vulkanik di Bromo memang mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Hal itu, disebabkan karena ada kawah di Gunung Bromo yang tersumbat. Sehari sebelumnya, kondisi Gunung Bromo terus meningkat. Berdasarkan pengamatan pos pantau pada Kamis (25/11) lalu, selama 24 jam telah terjadi 69 kali gempa vulkanik dangkal.
Bahkan Dinas Kesehatan Probolinggo sudah menyiapkan 7.500 masker untuk dibagikan kepada warga menyusul aktivitas Gunung Bromo. Putu Artama, peneliti dari Pusat Kebumian dan Bencana Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) menyatakan, karakter letusan Gunung Bromo tidak sama dengan Merapi. Dia menjelaskan, jika di Gunung Merapi ada awan panas atau wedhus gembel, letusan Gunung Bromo mengeluarkan asap berwarna kekuning-kuningan yang berasal dari belerang.Asap ini dapat mengganggu pernapasan.
Status Terbaru Gunung Bromo saat ini letusan Bromo belum menimbulkan kepanikan warga sekitar. Hingga kini, warga yang tinggal berdekatan dengan Bromo masih berada di rumahnya.
0 Response to "Gunung Bromo Meletus Kemarin Sore"